Contoh Program Sederhana If Then Else pada Pascal [Studi Kasus]

Pada artikel kali ini kita akan mempelajari percabangan if then else melalui sebuah contoh program sederhana. Tahukah anda apa itu percabangan?

Percabangan adalah cara yang digunakan dalam program untuk mengambil keputusan ke salah satu kemungkinan True atau False dari beberapa kondisi.


Dalam kehidupan sehari-hari tentu anda pernah menemukan sebuah pilihan, sebagai contoh sederhana ketika anda akan memasuki sebuah toilet umum.

Hal tersebut termasuk sebuah percabangan dengan algoritma "jika anda adalah laki-laki (True) maka masuk toilet pria, jika tidak (False) maka masuk toilet wanita".

Jadi setiap program percabangan hanya mengenal kondisi True (benar) atau False (salah), tidak ada konsidi bisa jadi atau kondisi lainnya yang tidak ada kepastian.

Cara penulisan percabangan if then else pada pascal


Belajar algoritma percabangan if then else

Bentuk struktur If….Then….. adalah sebagai berikut :


If Kondisi Then Statemen;


Statemen ini digunakan untuk mengendalikan jalannya suatu program berdasarkan suatu kondisi atau syarat yang diberikan. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi...

...maka statemen yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statemen berikutnya.

Jika kondisi bernilai benar (TRUE) maka statemen akan dikerjakan. Jika kondisi bernilai salah maka (FALSE) maka statemen tidak akan dikerjakan.

Contoh Program pascal menggunakan if then else



Program Lulus;
Uses crt;
Var nilai : Real;
Begin
   Write ('Jumlah Nilai :');
   Readln (nilai);

   If nilai > 60 Then Writeln('Lulus');

   Readln;
End.


Pada contoh diatas, kita akan mencetak kata "Lulus" jika nilai yang kita masukan lebih dari 60. Jika tidak maka program tidak akan mencetak apapun.

Bentuk statemen IF...THEN...ELSE.... merupakan pengembangan dari struktur IF.....THEN....... Bentuk statemen tersebut adalah sebagai berikut :


If kondisi Then
   Begin
   ......
   statemen1;
   ......
   End
Else
   Begin
   .......
   statemen2;
   .......
   End;


Perintah ini berguna untuk memilih statemen mana yang akan dikerjakan oleh komputer berdasarkan kondisi/syarat yang diberikan.

Jika kondisi bernilai benar (TRUE) maka statemen1 akan dikerjakan. Jika kondisi bernilai salah maka (FALSE) maka statemen2 yang akan dikerjakan.

Perlu diingat: Untuk selalu menambahkan tanda titik koma (;) di akhir fungsi if.

Dari contoh diatas, mari kita sedikit memodifikasi:


Program Lulus;
Uses crt;
Var nilai : Real;
Begin
   Write ('Jumlah Nilai :');
   Readln (nilai);

   If nilai > 60 Then
      Begin
      Writeln('Lulus');
      End
   Else
      Begin
      Writeln('Tidak Lulus');
      End;

   Readln;
End.


Pada contoh kasus diatas kita akan menggukan kondisi dimana apabila nilai lebih dari 60 maka Lulus, jika tidak (kurang dari 60) maka tidak lulus.

Contoh if then else bersarang (Nested)



IF (kondisi 1) THEN
  begin
    (kode program 1)
    IF (kondisi 1.1) THEN
      begin
        (kode program 1.1)
      end;
  end
ELSE
  begin
    (kode program 2)
  end;

IF bersarang atau nested IF adalah penggunaan struktur IF di dalam IF. Kondisi seperti ini sering digunakan untuk kode program yang sudah cukup kompleks.

Sebagai studi kasus disini kita ingin membuat program yang menyeleksi lamaran pekerjaan dengan ketentuan laki-laki dan umur dibawah 30 tahun.


Program Loker;
Uses crt;
Var
  umur: Real;
  jenis: char;

Begin
   Write ('Jenis Kelamin (l/p) :'); Readln (jenis);
   Write ('Umur (1-100) :'); Readln (umur);

   If jenis = 'l' Then
      Begin
      If umur < 30 then
         Begin
         Writeln('Lolos');
         End;
      End
   Else
      Begin
      Writeln('Tidak Lolos');
      End;

   Readln;
End.


Demikianlah penjelasan lengkap mengenai percabangan if then else pada pascal. Semoga bermanfaat bagi anda dan teman-teman lainnya.

Jangan lewatkan panduan belajar pascal kami.

Artikel Terkait

Contoh Program Sederhana If Then Else pada Pascal [Studi Kasus]
4/ 5
Oleh